Minggu, 19 Mei 2013

Kremes Lagi ?!!!

Baru aja Kremes sms. Biasa curhat lagi... Katanya dia hari ini ngerasa aneh... Ya, gue juga ngerasa gitu sih.
kalau hari ini Kremes, bisa dibilang lagi diem aja... kenapa Galau? gak ah perasaan. biasa aja malah...
sebel sama orang-orang? gak juga...

TERUS LO KENAPA?

Lagi bosen? bisa sih dibilang gitu... tapi apa masalahnya? apa penyebabnya? perasaan tadi dirumah dia seneng-seneng aja... katanya sih tadi dia abis nonton Spongebob katanya kalau abis nonton Spongebob dia seneng. tapi ini malah begini?

aneh tuh orang... gak bisa ditebak. oiya! padahal pagi-pagi dia udah disambut dengan pangerannya -_- *hah apa? pangeran? ewh...

ngomong-ngomong tentang pangeran *melenceng dari topic yang ingin dibicarakan .-.
kayanya Kremes udah pasrah... Pasrah dalam arti...
kalau dia lagi ada kesempatan yaudah dia mendekat.
tapi kalau gak ada? gak usah maksa.. dia punya harga diri kok! gak bagus kaya gitu.

seneng sih ngeliat dia kaya gitu... ada perubahan. haha

udah ya!

Salam Cinta....
Andhestia...

Jumat, 17 Mei 2013

Kremes 'lagi' Curhat

Kemarin Kremes curhat. Gak banyak yang diomongin sih...
Cuma katanya Kremes galau terus. Gue juga bingung sama Kremes. soalnya mau senang atau sedih karena 'dia' . Kremes tetep galau. Apa coba yang harus di galauin dari 'dia' ? Gak ada dan emang gak pantes kalau si 'dia' di galau-galauin...

Sebel banget gue sama si 'dia' berasa gampang banget ngancurin hidup Kremes. Ya emang lebai sih, Kremes juga gak minta apa-apa dari dia... Kremes cuma mau jadi teman doang! Tapi ini boro-boro dipegang, diliat aja enggak *perumpamaan ya!!*
Hmm... Gue jadi sedih, nulis curhatan Kremes sambil denger lagu-lagu melow gini (T.T) hahaha...

Oiya, gue juga gak nyalahin 'dia' sepenuhnya. Gue juga rada sebel sama Kremes.. Gimana enggak, dia suka dari mulai ketemu di MOS! BAYANGKAN!!! *JEDAAARR-JEDDEEEER* dan dia gak bisa MOVE ON *biar GREGET kita capslock* pernah sih katanya Kremes mencoba untuk move on... Namun *wkwkwk*, baliknya ke situ-situ lagi... *yaampun Gregetan eyke!*
Kremes juga sedikit-demi-sedikit sudah tau tentang si 'dia' maksudnya... Sifat orang itu luar dalam. *(o_O)* dia juga sudah menulis semua kejadian yang ia alami di kenangan-nya selama hampir 3 tahun... *hampir loh hampir (T.T)*

Dan... Kremes juga ngomong kalau dia baru yang namanya 'suka' sama seseorang sampai se-gila ini dan gak bisa move on. Sekalinya move on berasa ada medan magnet yang amat sangat berat tarikannya sehingga mau gak mau Kremes balik(ketarik) lagi ke 'dia'.

Hmm, panjang juga ya! Maaf kalau sampai ada yang gak suka ketika baca ini. Ini juga gak musti dibaca sih.. Gue hanya mengungkapkan isi hati Kremes. Hahaha...
Terimakasih.

Salam Cinta,
Andhestia...

Rabu, 15 Mei 2013

The truth -Part. 6-

ketika Risa sampai dirumah, Risa langsung membuka Handphonenya dan melihat kembali isi pesan yang masuk.

RISA PoV

From : Harry
Sa... Gue suka sama lo.

singkat banget sih Har ngomongnya... gue jadi bingung jawabnya gimana.

To: Harry
oh... terus?

From: Harry
gapapa Sa.. udah gitu doang.

Har... maaf... gak maksud begitu. Risa pun menangis. ia bingung harus melakukan apa. tiba-tiba handphonenya kembali berbunyi.

*beep... beep...

From: Ray
Sa... lagi apa?

To: Ray
Ray... Risa lagi sedih. Harry suka sama gue...

From: Ray
gue udah tau kok Sa.. jangan sedih, gue tau lo suka juga sama Harry. Harry orang yang baik kok! cocok buat lo sa! :)

To: Ray
Terus gue harus gimana?

From: Ray
gue tau, lo pasti tau harus gimana...

To: Ray
hehe.. makasih Ray! Ray, kapan mau pindah? kalau besok pagi gue gak bisa nganter... ada ulangan Fisika.

From: Ray
sama-sama. gapapa kok Sa! hahaha. Sa, gue tau lo suka sama Harry, jadi tolong jadi diri lo sendiri didepan dia hehe.. dan, nanti pas gue pulang... tolong deketin gue sama Vita ya!

To: Ray
siap! hehe

Lega banget kalau abis curhat sama Ray! Gue jadi tau harus melakukan apa.

HARRY PoV

Risa gak bales lagi... sia-sia deh gue! aduh... malah tadi Ray sms bilang besok pagi gue duduk sendiri... gimana dong ini?

Paginya,Risa melihat Harry di bangkunya. Risa kaget, pagi itu Harry begitu semangat.

RISA PoV

"Tumben berangkat pagi?" sapa gue ke Harry. muka Harry bingung banget pas gue sapa, apa gue salah?
"Sa? gak salah lo nyapa gue? ih... pake jepitan.." jawab Harry
"hah? ini? aneh ya? gue copot deh.." belum sempet gue copot jepitannya, Harry langsung ngomong "gak Sa... jangan di copot!! gue suka!"

HARRY PoV

mukanya langsung merah... dia langsung duduk dibangkunya, terus gue menghadap ke belakang.

"gue kira lo marah Sa..."
"marah? kenapa harus marah?" tanya Risa
"tadi malem yang gue bilang suka ke lo Sa.." jawab gue. "gak, gue gak marah.. Gue kan juga suka Har sama lo" kata Risa sambil nunduk. "ha? beneran Sa? kalau gitu lo mau gak jadi pacar gue?" tanya gue. "Pacar? apaan tuh pacar? haha" jawab Risa "mau sih Har, tapi..." sambung Risa.
"tapi apaan? cepet ngomongnya!"
"tadi malem kata Ray, gue harus jadi diri gue sendiri. terus gue bingung, gue harus marah-marah sama lo, apa harus sok lembut sama lo?" tanya Risa. "Sa... lo OON banget" sambil nyubit pipi Risa. "namanya jadi diri sendiri itu, lo gak harus mikir mau jadi yang mana... jalanin aja, sesuai alur cerita!" jelas gue.
"oh.. yaudah gue mau Har. hahaha" jawab Risa.

Dea dan Vita ternyata mendengarkan semua percakapan Harry dan Risa. mereka pun langsung menghampiri Harry dan Risa.
"asik jadian, Pj dong!" kata Dea. "gampang, mau apa?" kata Harry. "gaya lo tengil banget Har!" sahut Vita. mereka pun tertawa bersama.
"oiya Vit! tadi malem Ray sms gue, terus dia nulis gini" kata Risa sambil memperlihatkan isi pesan.
"cie... jadi cewe inceran Ray yang selanjutnya!" kata Harry. mereka pun tertawa bersama.

Author PoV

Harry dan Risa pun akhirnya bersama. memang banyak rintangan yang mereka lalui. bukan rintangan yang sulit, tapi rintangan yang rumit. tapi, ada akhirnya mereka tetap bersama.

-END-

Selasa, 14 Mei 2013

The truth -Part. 5-

RAY PoV

Risa gak bales sms gue. dia kenapa? lagi sama Harry? gue sahabat lo Sa...

*beep... beep...

From: Harry
Ray... besok lo bisa kan dateng ke cafe gue?

To: Harry
ngapain? ada Risa-nya gak? kalau ada gue mau... haha

From: Harry
hah? Risa yang dicari! udah dateng aja bawel banget. pulang sekolah ya!

To: Harry
ok-ok

Esoknya sepulang sekolah mereka langsung menuju cafe-nya Harry. menggunakan mobil sendiri-sendiri.

RISA PoV

"Sa... kok bawa mobil sendiri?" tanya Dea
"masa iya gue numpang sama salah satu dari mereka..." kata Risa seadanya. "Sa... lo suka sama Ray ya?" tanya Vita.
"hah? enggak lah! ngaco..." kata Risa.

mereka pun sampai di cafenya Harry. dari jauh sudah terlihat Ray dan Harry.

"hai... telat ya?!" sambut Risa dengan heboh

HARRY PoV

"siapa lo?" tanya Harry. Risa hanya melirik dan tidak menjawab. ih... gue kan cuma mau main... "bercanda Sa..." kata Harry
"iya" jawab Risa singkat
"hmm, Ray... kita cuma mau ngadain pesta buat lo doang... haha" kata Risa. "oh... jadi ini untuk gue? cuma sebentar doang gue pindahnya!" Kata Ray
"udah, mau lama atau enggak rayain aja..." kata Vita. "gue mau pesen makanan ya!" sahut Dea.

'Pesta Perpisahan' Ray pun berlangsung. namun... Harry terlihat tidak bersemangat.

"lo kenapa Har?" tanya Risa. entah apa yang dia lakukan. sikapnya aneh...
gue sok-sokan ngambek aja.
"kok diem? udah tua masih ngambek aja!" kata Risa sambil tapi ketika Risa ingin beranjak pergi dari Harry, Harry menarik tangannya. "disini aja" kata Harry

RISA PoV

aduh Har... sikap lo aneh. tadi diem, sekarang narik tangan gue. pake bilang disini aja! dari awal gue juga mau disini, tapi lo yang gak mau!

"tadi cuekin gue, sekarang narik-narik tangan gue." jawab Risa.  "hehe... hmmm, udah makan?" tanya Harry. gue hanya mengangguk.

tiba-tiba mereka menghampiri gue dan Harry. "hoi!! berduaan aja" kata Dea. "yu Sa, kita pulang..udah malem." ajak Vita.
"oh.. ayo! Har, Ray.. duluan ya! ya... " kata Risa

ketika dijalan handphone Risa berbunyi

*beep... beep...

ketika Risa melihat handphone-nya tangan Risa jadi dingin, perutnya sakit.

"Risa? gapapa kan?" tanya Vita. "gapapa... cuma... hmmm, aduh... liat deh" kata Risa sambil memperlihatkan Handphone-nya kepada Dea dan Vita.
"Gue musti gimana?!!!!" sambung Risa dengan gugup.
"itu terserah lo, kita berdua gak mungkin ikut urusan kaya gitu" kata Dea.

-to be continued-

The truth -Part.4-

RISA PoV

*beep... beep...

From : Harry
Sa... Besok kan hari minggu, temenin gue jalan-jalan yok.

Ini perama kalinya dia sms gue. Tenang Sa... Stay Cool bales aja seadanya.

To: Harry
Mau ngapain? Lo pikir dong, sekarang jam berapa?

From : Harry
Udah ya.. Pokoknya mau aja, besok gue jemput. Haha lagi apa?

To : Harry
Oh. Mau tidur. Udah dulu.

HARRY PoV

Tidur? Baru beberapa sms Sa.. Hah.. Gapapa deh yang penting lo bales sms gue dan lo nurut apa kata gue.

Besoknya gue jemput Risa. Entah kenapa gue liat Risa tampilannya beda banget. Terlihat lebih natural.

"Sa.. Kok lo beda sih?" tanya Harry dalam mobil.
"hah? Apaan sih lo? Beda gimana?" jawab Risa dengan bingung. "disekolah keliatannya lo tomboi banget". "oh.." jawabnya singkat.... Banget.
"hmm, sa.. Perlakuan lo juga beda sama gue"kata Harry. "aduh.. Beda apaan lagi si Har?" kata Risa Harry hanya menaikkan bahunya.
Kesel gue lama-lama sama lo Sa! Pingin gue cubit.

RISA PoV

Harry muka lo kenapa tiba-tiba BT gitu? Salah gue apa? Dari awal perlakuan gue gini kan ke lo?

Sesampainya di mall. Harry ngajak gue ke Game center. Entah apa yang gue pikir. Sebuah kata-kata aneh terlontar dari mulutnya.

"Sa... Naik komedi puter yu? Masih berani kan?" tanya Harry.
"berani lah! Ayo!" gue langsung narik tangannya. Gue tau dia cuma bercanda. Tapi? Emang gue takut.
Kita naik disitu mukanya keliatan banget malunya... Gimana gak malu? Isinya anak-anak semua! Haha
Setelah nyoba semua permainan, hp gue bunyi

*beep... beep...

From: Ray
Sa... Gue pindah ke yogya. Cuma beberapa bulan sih... Hmm, gue cuma mau bilang.. Jaga diri baik-baik ya... Sorry gue gak bilang sebelumnya. Haha

"Har... Ray, pindah sekolah.." kata Risa sambil nahan nangis.

Kok gue sedih? Oiya.. Gue kan punya salah sama dia.. Jadi nangis kan gak salah..

HARRY PoV

"Sa? Lo? Nangis?" tanya Harry
Gak boleh Sa! Lo gak boleh nangis karena orang lain! Gue bingung mau ngapain. Akhirnya gue ajak dia kemobil.

"sedih banget ya sa?" tanya Harry.
"sedih... Gue pernah punya salah sama dia. Sekarang, dia pindah gak bilang-bilang. Gue kan belum minta maaf.." kata Risa sambil terisak-isak.
Sa? Sikap lo gak kaya sifat lo sa! Sifat lo bener-bener kaya anak kecil banget.
Gue ketawa. "au! Sakit Sa!" dia gebuk gue kenceng banget.
Tiba-tiba kita ketawa.

-to be continued-

The truth -Part. 3-

RAY PoV

udah bel istirahat. Risa sama Harry kemana ya? berjam-jam mereka gak ada. temen-temennya kok gak cemas sih?
"De, Vit... Risa kemana?" tanya Ray
"Risa? tadi dia sms gue. katanya lagi di UKS sama Harry" jawab Vita
"UKS? sama Harry? siapa yang sakit?" tanya Ray lagi.
"tadi Risa jatoh. terus kakinya luka.." jawab Dea.

Ray pun langsung berlari menuju UKS. ketika ia sampai, ia melihat Risa dan Harry sedang tertawa.

DEG!

"Risa, lo? lo jatoh?" tanya Ray dengan cemas.
"iya! nih, ulah-nya mas-mas ini" jawab Risa sambil tersenyum. "gak sakit sih... cuma biar gak infeksi aja" sambung Risa.
"kok lo gak bilang gue?" tanya Ray.
"kenapa dia harus bilang sama lo? yang salah kan gue?" sahut Harry.
"oh, lo yang buat Risa kaya gini?" kata Ray.
"eh, lo berdua berisik banget! udah ah, gue mau kekelas aja!" sahut Risa meninggalkan Ray dan Harry.

RISA PoV

ketika Risa ingin berjalan kekelas, Ray menghampiri Risa.

"Sa.. sakit gak? tanya Ray.
"enggak Ray... kan tadi gue udah bilang. lo kenapa sih tadi? sok cemas banget. hahaha"
"gimana gue gak cemas, gue kan... suka Sa sama lo." kata Ray.
"bercanda mulu lo Ray! yok kekelas..." kata gue.
tapi ketika gue mau jalan, Ray narik tangan gue, terus bilang "gue serius Sa.. gue suka sama lo dari awal gue ngeliat lo" kata Ray.
gue bingung mau jawab apa. Ray lo baik, tapi...
"gue gak suka sama lo Ray." jawab Risa singkat.
Ray cuma tersenyum. demi... gue merasa bersalah banget sama lo Ray.

HARRY PoV

gue nguping mereka ngomong. gue bingung harus gimana? gue berjalan menuju kelas. ketika dikelas gue melihat pemandangan yang gak enak banget. masa iya orang di tolak malah makin deket.

DEG!

"Sa, masih sakit gak kaki lo?" tanya gue dengan baik.
"ah, sok baik lo sama gue." jawab dia singkat banget. salah gue apa Sa? gue cuma mau baik didepan lo.
"oh. yaudah.. pergi lo dari bangku gue!" seru Harry
Risa pun pindah tempat. liat... dia nurut, padahal gue pura-pura. Ray cuma diem dan bengong ngeliat tingkah Risa.
"Har.. tingkah lo bikin dia kesel tau gak?" kata Ray.
"tau apa lo? Ray... kita kan sahabat udah lama. bertarungnya secara sehat ya." kata Harry
Ray cuma senyum sambil nepuk bahu gue.

-to be continued-

The truth -Part. 2-

ketika bel masuk berbunyi, Harry belum juga dateng. Risa terlihat sangat panik. aduh... Harry kemana ya?

RISA PoV

Harry kemana ya? kok gak keliatan? gak mungkin dia pulang. tasnya kan ada disini...
"Ray, Harry kemana?"
"gak tau Ris... tumben lo nyariin Harry" tanya Ray
Tumben? tiap saat gue nyari dia!
"kepo lo! haha.. gapapa sih.."
sebelum guru masuk mending gue nyari Harry dulu deh..

"De, Vit... kalau guru ngabsen gue bilang ya gue lagi kekamar mandi." kata Risa

dengan muka cemas, Risa mencari Harry, di sudut sekolah, dikantin, diruang kosong, Risa tidak menemukan Harry. 'aduh... itu anak dimana sih?' ketika Risa ingin mencari lagi, kakinya tersandung, dan ia pun terjatuh.

"aduh... berdarah lagi." kata Risa sambil meringis kesakitan dan menahan tangis.

HARRY PoV

"eh?! lo nangis? kaki lo kenapa?" tanya Harry sambil kebingungan.
"kesandung kaki lo! gue gak nangis!" bantah Risa
"reman kaya lo bisa nangis juga ya?! haha.. sini gue anter ke UKS" kata Harry dengan ramah.

mereka pun berjalan menuju UKS. Rissa pun terus menatap wajah Harry.

"Har... tadi lo ngapain sih?"tanya Risa dengan heran.
"gue? tidur. itu tempat favorite gue. adem banget. lo sendiri ngapain?" kata Harry
"hng... itu, apa tuh... hmm, ke kamar mandi..."
"oh... hmm, yang tadi... yang tas gue kena muka lo, sorry ya, gue gak sengaja. ngantuk banget abisnya" kata harry sambil tersenyum.

RISA PoV

senyumnya... gue gak mau cepet-cepet sampai ke UKS.
"yang tadi? bercanda aja kok. udah lepas tangan lo. gue bisa jalan ke UKS sendiri."
"sok jagoan lo!" kata Harry.
"udah.. lo balik aja kekelas." kata Risa dengan singkat. sambil meninggalkan Harry.
"gak mau ah. gue mau nemenin dulu. gue kan cowo yang bertanggung jawab" kata Harry.

-to be continued-