RAY PoV
Risa gak bales sms gue. dia kenapa? lagi sama Harry? gue sahabat lo Sa...
*beep... beep...
From: Harry
Ray... besok lo bisa kan dateng ke cafe gue?
To: Harry
ngapain? ada Risa-nya gak? kalau ada gue mau... haha
From: Harry
hah? Risa yang dicari! udah dateng aja bawel banget. pulang sekolah ya!
To: Harry
ok-ok
Esoknya sepulang sekolah mereka langsung menuju cafe-nya Harry. menggunakan mobil sendiri-sendiri.
RISA PoV
"Sa... kok bawa mobil sendiri?" tanya Dea
"masa iya gue numpang sama salah satu dari mereka..." kata Risa seadanya. "Sa... lo suka sama Ray ya?" tanya Vita.
"hah? enggak lah! ngaco..." kata Risa.
mereka pun sampai di cafenya Harry. dari jauh sudah terlihat Ray dan Harry.
"hai... telat ya?!" sambut Risa dengan heboh
HARRY PoV
"siapa lo?" tanya Harry. Risa hanya melirik dan tidak menjawab. ih... gue kan cuma mau main... "bercanda Sa..." kata Harry
"iya" jawab Risa singkat
"hmm, Ray... kita cuma mau ngadain pesta buat lo doang... haha" kata Risa. "oh... jadi ini untuk gue? cuma sebentar doang gue pindahnya!" Kata Ray
"udah, mau lama atau enggak rayain aja..." kata Vita. "gue mau pesen makanan ya!" sahut Dea.
'Pesta Perpisahan' Ray pun berlangsung. namun... Harry terlihat tidak bersemangat.
"lo kenapa Har?" tanya Risa. entah apa yang dia lakukan. sikapnya aneh...
gue sok-sokan ngambek aja.
"kok diem? udah tua masih ngambek aja!" kata Risa sambil tapi ketika Risa ingin beranjak pergi dari Harry, Harry menarik tangannya. "disini aja" kata Harry
RISA PoV
aduh Har... sikap lo aneh. tadi diem, sekarang narik tangan gue. pake bilang disini aja! dari awal gue juga mau disini, tapi lo yang gak mau!
"tadi cuekin gue, sekarang narik-narik tangan gue." jawab Risa. "hehe... hmmm, udah makan?" tanya Harry. gue hanya mengangguk.
tiba-tiba mereka menghampiri gue dan Harry. "hoi!! berduaan aja" kata Dea. "yu Sa, kita pulang..udah malem." ajak Vita.
"oh.. ayo! Har, Ray.. duluan ya! ya... " kata Risa
ketika dijalan handphone Risa berbunyi
*beep... beep...
ketika Risa melihat handphone-nya tangan Risa jadi dingin, perutnya sakit.
"Risa? gapapa kan?" tanya Vita. "gapapa... cuma... hmmm, aduh... liat deh" kata Risa sambil memperlihatkan Handphone-nya kepada Dea dan Vita.
"Gue musti gimana?!!!!" sambung Risa dengan gugup.
"itu terserah lo, kita berdua gak mungkin ikut urusan kaya gitu" kata Dea.
-to be continued-
cie risa ditembak harry~ OHOK! wkwk
BalasHapus