Setelah sampai rumah Fikri pun langsung
membuka handphone dan mengetik pesan kepada Dea.
“hai Dea…
lagi apa? Gue mau ngomong penting nih sama lo..”
Tidak lama kemudian *beep… beep*
“lagi
santai aja sih… ada apa fik?”
“gue…
gue gak mau basa-basi lagi De.. gue suka sama lo… dari awal gue ketemu. Dan…
gue mau lebih dari seorang sahabat buat lo. Maaf mungkin gue salah ngomong kaya
gini.”
Dea kaget dan tidak bisa berkata apa-apa…
“gue gak tau fik… gue bingung.gue suka sama Uta, tapi.. gue seneng saat lo
bilang kaya gini ke gue. Gue harus jawab apa? Kalau gue jawab iya… gue gak
yakin kalau yang gue rasain sekarang itu perasaan senang yang muncul karena lo
menyatakan perasaan lo. Tapi kalau gue jawab tidak… ah! Pusing gue!” kata Dea
sambil berbicara dengan cermin.
“oh.. gue tahu harus jawab apa…”
“teks
lo kok gak kebaca ya? Ntar sms lagi ya! Hp gue lowbatt! Sorry!”
Keesokan harinya, Dea masuk sekolah. Dan
kaget karena Fikri belum datang.
“Harry, Fikri kemana?” Tanya Dea “hah? Mana
gue tau. Gue dateng aja dia belum dateng.” Seru Harry. “lo kenapa si har? Ketus
banget jawabnya… tadi dia sms gue katanya datengnya agak telat. Tau
kenapa.”jawab Risa. “terus? Kalau pasangan serasi itu kemana?” Tanya Dea.
“mereka? Dispen De…” jawab Risa. “De, gue mau nanya deh sama lo… lo suka kan
sama Uta?” Tanya Harry.
Seketika Dea kaget. Dea bingung harus
menjawab apa.
“jawab dong De… gue kepo nih…”sahut Risa.
“hah? Nggg.. kok nanya gitu sih?” jawab Dea. “udah De lo, gak perlu takut. Lo
omongin aja apa yang lo rasain. Kita bisa jaga rahasia kok.” Sahut Harry.
Dengan perasaan yakin Dea menceritakan
semuanya. Hingga kejadian kemarin tentang Fikri pun Dea menceritakan kepada
Risa dan Harry. Dan ketika Dea sudah selesai menceritakan dan mencurahkan isi
hatinya. Fikri datang dengan tampang lesu.
“hai Fikri… Fikri kenapa? Galau?” Tanya
Risa. Fikri hanya tersenyum dan tidak menjawab.
Dea pun menghampiri Fikri. “Fik..
sebenernya sms lo masuk. Tapi… gue bingung Fik.” Kata Dea. Fikri pun kaget
“Serius De?” Seru Fikri. Harry dan Risa pun ikut menghampiri mereka berdua.
“gue… gak bisa jawab Fik. Soalnya…”
“soalnya, lo suka sama Uta kan? Tapi Uta udah punya Cewe, dan cewenya itu
sahabat kita?” kata Fikri sambil memotong perkataan Dea, dan langsung
meninggalkan tempat duduknya. Harry pun mengejar Fikri. Dan Risa menemani Dea.
“Ris… gue salah? Enggak kan?” kata Dea. “enggak kok De… lo gak salah. Gak usah
dipikirin lah deh. Mending kita fokus ke UN aja!” kata Risa menyemangati Dea.
>>>>Part 2<<<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar