Minggu, 12 Mei 2013

You (1)


Lagi-lagi…
“Dea, ibu hanya ingin minta tolong sama kamu, kamu kan ranking 1 dikelas. Tapi… ada satu anak yang akhir-akhir ini nilainya turun kalau kamu gak keberatan, kamu mau gak ajarin anak itu sampai bisa?” kata bu Wati. Dia wali kelas gue, setiap ada murid yang nilainya menurun dia manggil gue kekantor. “hmm, boleh bu… siapa bu nama anaknya?” kata Dea dengan wajah polos. “Fikri, akhir-akhir ini nilainya menurun. Ibu minta tolong ya sama kamu, paling enggak kamu bantu dia mengerjakan pr.” Kata bu Wati. “oh, iya bu…” dengan sangat berat hati gue menerimanya.
Setelah berjalan dari ruang kantor, Dea berjalan menuju kelas, entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia harus menabrak seseorang.
*BRUGH
“Pake mata kalau jalan!”
“Aduh maaf… gak sengaja.” Kata Dea.
“Iya.” Katanya sambil pergi.
“Eh, tunggu! Lo Fikri kan?” kata Dea
“Iya, kenapa?”
“Mulai sekarang lo murid gue, karena nilai lo turun jadi gue ditunjuk sama bu Wati sebagai guru private lo!” kata Dea panjang lebar.
“oh, atur aja semuanya.”
Ngeselin banget tuh cowok gayanya sok cool!
Tiba bel pulang sekolah berbunyi. Dea menceritakan semua kejadian tadi kepada Risa, teman sebangkunya. “hahaha, emang enak jadi guru private-nya Fikri!” kata Risa. “ih, kok ketawa? Bantuin gue kek!” kata Dea. “sorry… itu bukan masalah gue, hahahaha. Gue gak bisa nolong yang kaya begini.” Kata Risa sambil senyum lebar.
Dea langsung menghampiri Fikri ke tempat duduknya.
“Fik, jam 2 ya dirumah gue. Nanti belajar matematika. Besok ada Pr soalnya.” Kata Dea. “iya, ingetin aja. Rumah lo gang ke 3 kan?” kata Fikri. “iya Fik. Jangan telat ya!” kata Dea.

Kok gue jadi senyam-senyum gini? Ya, emang sih dulu gue pernah suka sama dia. Tapi itu DULU. Sekarang gue udah tau sifatnya dia, jadi kemungkinan gue suka sama dia tuh NOL BESAR!

-Part. 1-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar