Minggu, 19 Mei 2013

Kremes Lagi ?!!!

Baru aja Kremes sms. Biasa curhat lagi... Katanya dia hari ini ngerasa aneh... Ya, gue juga ngerasa gitu sih.
kalau hari ini Kremes, bisa dibilang lagi diem aja... kenapa Galau? gak ah perasaan. biasa aja malah...
sebel sama orang-orang? gak juga...

TERUS LO KENAPA?

Lagi bosen? bisa sih dibilang gitu... tapi apa masalahnya? apa penyebabnya? perasaan tadi dirumah dia seneng-seneng aja... katanya sih tadi dia abis nonton Spongebob katanya kalau abis nonton Spongebob dia seneng. tapi ini malah begini?

aneh tuh orang... gak bisa ditebak. oiya! padahal pagi-pagi dia udah disambut dengan pangerannya -_- *hah apa? pangeran? ewh...

ngomong-ngomong tentang pangeran *melenceng dari topic yang ingin dibicarakan .-.
kayanya Kremes udah pasrah... Pasrah dalam arti...
kalau dia lagi ada kesempatan yaudah dia mendekat.
tapi kalau gak ada? gak usah maksa.. dia punya harga diri kok! gak bagus kaya gitu.

seneng sih ngeliat dia kaya gitu... ada perubahan. haha

udah ya!

Salam Cinta....
Andhestia...

Jumat, 17 Mei 2013

Kremes 'lagi' Curhat

Kemarin Kremes curhat. Gak banyak yang diomongin sih...
Cuma katanya Kremes galau terus. Gue juga bingung sama Kremes. soalnya mau senang atau sedih karena 'dia' . Kremes tetep galau. Apa coba yang harus di galauin dari 'dia' ? Gak ada dan emang gak pantes kalau si 'dia' di galau-galauin...

Sebel banget gue sama si 'dia' berasa gampang banget ngancurin hidup Kremes. Ya emang lebai sih, Kremes juga gak minta apa-apa dari dia... Kremes cuma mau jadi teman doang! Tapi ini boro-boro dipegang, diliat aja enggak *perumpamaan ya!!*
Hmm... Gue jadi sedih, nulis curhatan Kremes sambil denger lagu-lagu melow gini (T.T) hahaha...

Oiya, gue juga gak nyalahin 'dia' sepenuhnya. Gue juga rada sebel sama Kremes.. Gimana enggak, dia suka dari mulai ketemu di MOS! BAYANGKAN!!! *JEDAAARR-JEDDEEEER* dan dia gak bisa MOVE ON *biar GREGET kita capslock* pernah sih katanya Kremes mencoba untuk move on... Namun *wkwkwk*, baliknya ke situ-situ lagi... *yaampun Gregetan eyke!*
Kremes juga sedikit-demi-sedikit sudah tau tentang si 'dia' maksudnya... Sifat orang itu luar dalam. *(o_O)* dia juga sudah menulis semua kejadian yang ia alami di kenangan-nya selama hampir 3 tahun... *hampir loh hampir (T.T)*

Dan... Kremes juga ngomong kalau dia baru yang namanya 'suka' sama seseorang sampai se-gila ini dan gak bisa move on. Sekalinya move on berasa ada medan magnet yang amat sangat berat tarikannya sehingga mau gak mau Kremes balik(ketarik) lagi ke 'dia'.

Hmm, panjang juga ya! Maaf kalau sampai ada yang gak suka ketika baca ini. Ini juga gak musti dibaca sih.. Gue hanya mengungkapkan isi hati Kremes. Hahaha...
Terimakasih.

Salam Cinta,
Andhestia...

Rabu, 15 Mei 2013

The truth -Part. 6-

ketika Risa sampai dirumah, Risa langsung membuka Handphonenya dan melihat kembali isi pesan yang masuk.

RISA PoV

From : Harry
Sa... Gue suka sama lo.

singkat banget sih Har ngomongnya... gue jadi bingung jawabnya gimana.

To: Harry
oh... terus?

From: Harry
gapapa Sa.. udah gitu doang.

Har... maaf... gak maksud begitu. Risa pun menangis. ia bingung harus melakukan apa. tiba-tiba handphonenya kembali berbunyi.

*beep... beep...

From: Ray
Sa... lagi apa?

To: Ray
Ray... Risa lagi sedih. Harry suka sama gue...

From: Ray
gue udah tau kok Sa.. jangan sedih, gue tau lo suka juga sama Harry. Harry orang yang baik kok! cocok buat lo sa! :)

To: Ray
Terus gue harus gimana?

From: Ray
gue tau, lo pasti tau harus gimana...

To: Ray
hehe.. makasih Ray! Ray, kapan mau pindah? kalau besok pagi gue gak bisa nganter... ada ulangan Fisika.

From: Ray
sama-sama. gapapa kok Sa! hahaha. Sa, gue tau lo suka sama Harry, jadi tolong jadi diri lo sendiri didepan dia hehe.. dan, nanti pas gue pulang... tolong deketin gue sama Vita ya!

To: Ray
siap! hehe

Lega banget kalau abis curhat sama Ray! Gue jadi tau harus melakukan apa.

HARRY PoV

Risa gak bales lagi... sia-sia deh gue! aduh... malah tadi Ray sms bilang besok pagi gue duduk sendiri... gimana dong ini?

Paginya,Risa melihat Harry di bangkunya. Risa kaget, pagi itu Harry begitu semangat.

RISA PoV

"Tumben berangkat pagi?" sapa gue ke Harry. muka Harry bingung banget pas gue sapa, apa gue salah?
"Sa? gak salah lo nyapa gue? ih... pake jepitan.." jawab Harry
"hah? ini? aneh ya? gue copot deh.." belum sempet gue copot jepitannya, Harry langsung ngomong "gak Sa... jangan di copot!! gue suka!"

HARRY PoV

mukanya langsung merah... dia langsung duduk dibangkunya, terus gue menghadap ke belakang.

"gue kira lo marah Sa..."
"marah? kenapa harus marah?" tanya Risa
"tadi malem yang gue bilang suka ke lo Sa.." jawab gue. "gak, gue gak marah.. Gue kan juga suka Har sama lo" kata Risa sambil nunduk. "ha? beneran Sa? kalau gitu lo mau gak jadi pacar gue?" tanya gue. "Pacar? apaan tuh pacar? haha" jawab Risa "mau sih Har, tapi..." sambung Risa.
"tapi apaan? cepet ngomongnya!"
"tadi malem kata Ray, gue harus jadi diri gue sendiri. terus gue bingung, gue harus marah-marah sama lo, apa harus sok lembut sama lo?" tanya Risa. "Sa... lo OON banget" sambil nyubit pipi Risa. "namanya jadi diri sendiri itu, lo gak harus mikir mau jadi yang mana... jalanin aja, sesuai alur cerita!" jelas gue.
"oh.. yaudah gue mau Har. hahaha" jawab Risa.

Dea dan Vita ternyata mendengarkan semua percakapan Harry dan Risa. mereka pun langsung menghampiri Harry dan Risa.
"asik jadian, Pj dong!" kata Dea. "gampang, mau apa?" kata Harry. "gaya lo tengil banget Har!" sahut Vita. mereka pun tertawa bersama.
"oiya Vit! tadi malem Ray sms gue, terus dia nulis gini" kata Risa sambil memperlihatkan isi pesan.
"cie... jadi cewe inceran Ray yang selanjutnya!" kata Harry. mereka pun tertawa bersama.

Author PoV

Harry dan Risa pun akhirnya bersama. memang banyak rintangan yang mereka lalui. bukan rintangan yang sulit, tapi rintangan yang rumit. tapi, ada akhirnya mereka tetap bersama.

-END-

Selasa, 14 Mei 2013

The truth -Part. 5-

RAY PoV

Risa gak bales sms gue. dia kenapa? lagi sama Harry? gue sahabat lo Sa...

*beep... beep...

From: Harry
Ray... besok lo bisa kan dateng ke cafe gue?

To: Harry
ngapain? ada Risa-nya gak? kalau ada gue mau... haha

From: Harry
hah? Risa yang dicari! udah dateng aja bawel banget. pulang sekolah ya!

To: Harry
ok-ok

Esoknya sepulang sekolah mereka langsung menuju cafe-nya Harry. menggunakan mobil sendiri-sendiri.

RISA PoV

"Sa... kok bawa mobil sendiri?" tanya Dea
"masa iya gue numpang sama salah satu dari mereka..." kata Risa seadanya. "Sa... lo suka sama Ray ya?" tanya Vita.
"hah? enggak lah! ngaco..." kata Risa.

mereka pun sampai di cafenya Harry. dari jauh sudah terlihat Ray dan Harry.

"hai... telat ya?!" sambut Risa dengan heboh

HARRY PoV

"siapa lo?" tanya Harry. Risa hanya melirik dan tidak menjawab. ih... gue kan cuma mau main... "bercanda Sa..." kata Harry
"iya" jawab Risa singkat
"hmm, Ray... kita cuma mau ngadain pesta buat lo doang... haha" kata Risa. "oh... jadi ini untuk gue? cuma sebentar doang gue pindahnya!" Kata Ray
"udah, mau lama atau enggak rayain aja..." kata Vita. "gue mau pesen makanan ya!" sahut Dea.

'Pesta Perpisahan' Ray pun berlangsung. namun... Harry terlihat tidak bersemangat.

"lo kenapa Har?" tanya Risa. entah apa yang dia lakukan. sikapnya aneh...
gue sok-sokan ngambek aja.
"kok diem? udah tua masih ngambek aja!" kata Risa sambil tapi ketika Risa ingin beranjak pergi dari Harry, Harry menarik tangannya. "disini aja" kata Harry

RISA PoV

aduh Har... sikap lo aneh. tadi diem, sekarang narik tangan gue. pake bilang disini aja! dari awal gue juga mau disini, tapi lo yang gak mau!

"tadi cuekin gue, sekarang narik-narik tangan gue." jawab Risa.  "hehe... hmmm, udah makan?" tanya Harry. gue hanya mengangguk.

tiba-tiba mereka menghampiri gue dan Harry. "hoi!! berduaan aja" kata Dea. "yu Sa, kita pulang..udah malem." ajak Vita.
"oh.. ayo! Har, Ray.. duluan ya! ya... " kata Risa

ketika dijalan handphone Risa berbunyi

*beep... beep...

ketika Risa melihat handphone-nya tangan Risa jadi dingin, perutnya sakit.

"Risa? gapapa kan?" tanya Vita. "gapapa... cuma... hmmm, aduh... liat deh" kata Risa sambil memperlihatkan Handphone-nya kepada Dea dan Vita.
"Gue musti gimana?!!!!" sambung Risa dengan gugup.
"itu terserah lo, kita berdua gak mungkin ikut urusan kaya gitu" kata Dea.

-to be continued-

The truth -Part.4-

RISA PoV

*beep... beep...

From : Harry
Sa... Besok kan hari minggu, temenin gue jalan-jalan yok.

Ini perama kalinya dia sms gue. Tenang Sa... Stay Cool bales aja seadanya.

To: Harry
Mau ngapain? Lo pikir dong, sekarang jam berapa?

From : Harry
Udah ya.. Pokoknya mau aja, besok gue jemput. Haha lagi apa?

To : Harry
Oh. Mau tidur. Udah dulu.

HARRY PoV

Tidur? Baru beberapa sms Sa.. Hah.. Gapapa deh yang penting lo bales sms gue dan lo nurut apa kata gue.

Besoknya gue jemput Risa. Entah kenapa gue liat Risa tampilannya beda banget. Terlihat lebih natural.

"Sa.. Kok lo beda sih?" tanya Harry dalam mobil.
"hah? Apaan sih lo? Beda gimana?" jawab Risa dengan bingung. "disekolah keliatannya lo tomboi banget". "oh.." jawabnya singkat.... Banget.
"hmm, sa.. Perlakuan lo juga beda sama gue"kata Harry. "aduh.. Beda apaan lagi si Har?" kata Risa Harry hanya menaikkan bahunya.
Kesel gue lama-lama sama lo Sa! Pingin gue cubit.

RISA PoV

Harry muka lo kenapa tiba-tiba BT gitu? Salah gue apa? Dari awal perlakuan gue gini kan ke lo?

Sesampainya di mall. Harry ngajak gue ke Game center. Entah apa yang gue pikir. Sebuah kata-kata aneh terlontar dari mulutnya.

"Sa... Naik komedi puter yu? Masih berani kan?" tanya Harry.
"berani lah! Ayo!" gue langsung narik tangannya. Gue tau dia cuma bercanda. Tapi? Emang gue takut.
Kita naik disitu mukanya keliatan banget malunya... Gimana gak malu? Isinya anak-anak semua! Haha
Setelah nyoba semua permainan, hp gue bunyi

*beep... beep...

From: Ray
Sa... Gue pindah ke yogya. Cuma beberapa bulan sih... Hmm, gue cuma mau bilang.. Jaga diri baik-baik ya... Sorry gue gak bilang sebelumnya. Haha

"Har... Ray, pindah sekolah.." kata Risa sambil nahan nangis.

Kok gue sedih? Oiya.. Gue kan punya salah sama dia.. Jadi nangis kan gak salah..

HARRY PoV

"Sa? Lo? Nangis?" tanya Harry
Gak boleh Sa! Lo gak boleh nangis karena orang lain! Gue bingung mau ngapain. Akhirnya gue ajak dia kemobil.

"sedih banget ya sa?" tanya Harry.
"sedih... Gue pernah punya salah sama dia. Sekarang, dia pindah gak bilang-bilang. Gue kan belum minta maaf.." kata Risa sambil terisak-isak.
Sa? Sikap lo gak kaya sifat lo sa! Sifat lo bener-bener kaya anak kecil banget.
Gue ketawa. "au! Sakit Sa!" dia gebuk gue kenceng banget.
Tiba-tiba kita ketawa.

-to be continued-

The truth -Part. 3-

RAY PoV

udah bel istirahat. Risa sama Harry kemana ya? berjam-jam mereka gak ada. temen-temennya kok gak cemas sih?
"De, Vit... Risa kemana?" tanya Ray
"Risa? tadi dia sms gue. katanya lagi di UKS sama Harry" jawab Vita
"UKS? sama Harry? siapa yang sakit?" tanya Ray lagi.
"tadi Risa jatoh. terus kakinya luka.." jawab Dea.

Ray pun langsung berlari menuju UKS. ketika ia sampai, ia melihat Risa dan Harry sedang tertawa.

DEG!

"Risa, lo? lo jatoh?" tanya Ray dengan cemas.
"iya! nih, ulah-nya mas-mas ini" jawab Risa sambil tersenyum. "gak sakit sih... cuma biar gak infeksi aja" sambung Risa.
"kok lo gak bilang gue?" tanya Ray.
"kenapa dia harus bilang sama lo? yang salah kan gue?" sahut Harry.
"oh, lo yang buat Risa kaya gini?" kata Ray.
"eh, lo berdua berisik banget! udah ah, gue mau kekelas aja!" sahut Risa meninggalkan Ray dan Harry.

RISA PoV

ketika Risa ingin berjalan kekelas, Ray menghampiri Risa.

"Sa.. sakit gak? tanya Ray.
"enggak Ray... kan tadi gue udah bilang. lo kenapa sih tadi? sok cemas banget. hahaha"
"gimana gue gak cemas, gue kan... suka Sa sama lo." kata Ray.
"bercanda mulu lo Ray! yok kekelas..." kata gue.
tapi ketika gue mau jalan, Ray narik tangan gue, terus bilang "gue serius Sa.. gue suka sama lo dari awal gue ngeliat lo" kata Ray.
gue bingung mau jawab apa. Ray lo baik, tapi...
"gue gak suka sama lo Ray." jawab Risa singkat.
Ray cuma tersenyum. demi... gue merasa bersalah banget sama lo Ray.

HARRY PoV

gue nguping mereka ngomong. gue bingung harus gimana? gue berjalan menuju kelas. ketika dikelas gue melihat pemandangan yang gak enak banget. masa iya orang di tolak malah makin deket.

DEG!

"Sa, masih sakit gak kaki lo?" tanya gue dengan baik.
"ah, sok baik lo sama gue." jawab dia singkat banget. salah gue apa Sa? gue cuma mau baik didepan lo.
"oh. yaudah.. pergi lo dari bangku gue!" seru Harry
Risa pun pindah tempat. liat... dia nurut, padahal gue pura-pura. Ray cuma diem dan bengong ngeliat tingkah Risa.
"Har.. tingkah lo bikin dia kesel tau gak?" kata Ray.
"tau apa lo? Ray... kita kan sahabat udah lama. bertarungnya secara sehat ya." kata Harry
Ray cuma senyum sambil nepuk bahu gue.

-to be continued-

The truth -Part. 2-

ketika bel masuk berbunyi, Harry belum juga dateng. Risa terlihat sangat panik. aduh... Harry kemana ya?

RISA PoV

Harry kemana ya? kok gak keliatan? gak mungkin dia pulang. tasnya kan ada disini...
"Ray, Harry kemana?"
"gak tau Ris... tumben lo nyariin Harry" tanya Ray
Tumben? tiap saat gue nyari dia!
"kepo lo! haha.. gapapa sih.."
sebelum guru masuk mending gue nyari Harry dulu deh..

"De, Vit... kalau guru ngabsen gue bilang ya gue lagi kekamar mandi." kata Risa

dengan muka cemas, Risa mencari Harry, di sudut sekolah, dikantin, diruang kosong, Risa tidak menemukan Harry. 'aduh... itu anak dimana sih?' ketika Risa ingin mencari lagi, kakinya tersandung, dan ia pun terjatuh.

"aduh... berdarah lagi." kata Risa sambil meringis kesakitan dan menahan tangis.

HARRY PoV

"eh?! lo nangis? kaki lo kenapa?" tanya Harry sambil kebingungan.
"kesandung kaki lo! gue gak nangis!" bantah Risa
"reman kaya lo bisa nangis juga ya?! haha.. sini gue anter ke UKS" kata Harry dengan ramah.

mereka pun berjalan menuju UKS. Rissa pun terus menatap wajah Harry.

"Har... tadi lo ngapain sih?"tanya Risa dengan heran.
"gue? tidur. itu tempat favorite gue. adem banget. lo sendiri ngapain?" kata Harry
"hng... itu, apa tuh... hmm, ke kamar mandi..."
"oh... hmm, yang tadi... yang tas gue kena muka lo, sorry ya, gue gak sengaja. ngantuk banget abisnya" kata harry sambil tersenyum.

RISA PoV

senyumnya... gue gak mau cepet-cepet sampai ke UKS.
"yang tadi? bercanda aja kok. udah lepas tangan lo. gue bisa jalan ke UKS sendiri."
"sok jagoan lo!" kata Harry.
"udah.. lo balik aja kekelas." kata Risa dengan singkat. sambil meninggalkan Harry.
"gak mau ah. gue mau nemenin dulu. gue kan cowo yang bertanggung jawab" kata Harry.

-to be continued-

The truth -Part. 1-

RISA PoV

BRUGH!

"auuu! liat-liat dong kalau lempar tas! kena muka gue nih!" seru gue yang lagi asik baca novel, tiba-tiba dapet hantaman dari tas. "aduh? kena muka ya?" kata Harry. Gue udah punya perasaan dari awal gue ketemu dia. karena gak berani bilang, ya gue pendam aja.
"yeh... bukannya minta maaf malah..." belum sempat Risa melanjutkan kata-katanya Harry langsung meninggalkan Risa begitu saja. "ih, ngeselin banget sih lo!"
sebenernya gue gak marah. gue seneng kok. kalau lo mau lempar lagi gue terima kok.

"woiiii! bengong mulu!"
"eh? biasa aja kali ngomongnya. kenceng banget!"
"abis... bengong terus. loh? kok ada tas Harry dimeja lo?" tanya Dea.
"iya... tadi dia ngelempar tas. bukannya kebangkunya, malah ke muka gue" jawab Risa dengan kesal.
"ih, seneng kan? cie dicium sama tasnya Harry." kata Dea
"ih.. males banget" jawab Risa sambil tersenyum.

HARRY PoV

males banget gue sekolah. mata masih sayu-sayu gini.

BRUGH!

kemana tas gue? eh... nyasar ke muka orang!

"auuu! liat-liat dong kalau lempar tas! kena muka gue nih!"
"aduh? kena muka ya?" kata Harry sambil ngucek mata. Niatnya sih gue mau minta maaf. tapi ngantuk! jadinya gak jadi.
"yeh... bukannya minta maaf malah..."
sorry Ris... gue ngantuk. gak bisa minta maaf sekarang.
gue pun pergi menghindari Risa yang sedang asik mengoceh sendiri.
lucu sih anaknya. tapi ngomel-ngomel terus. nurut aja lagi sama kata-kata gue, ya... walaupun sambil ngoceh.

-to be continued-

Author '-'

gue bukan penulis handal. gue hanya seorang pelajar yang lagi gila sama cerita kaya gitu. hahaha emang cerita gue gak bagus, sering typo, aneh, dll. tapi... gue cukup senang sama cerita gue sendiri. maksudnya gue post cerita gue juga bukan untuk dibaca orang kok... hahahaha

salam Andhes ( '-')V

Minggu, 12 Mei 2013

You (4)


“lo kenapa Fik? Kok kaya orang takut gitu?” Tanya Risa.
“Ris… gue suka sama Dea. Gue gak tau kalau Vita dan Dea temenan. Niatnya hari ini gue mau nembak Dea… tapi gue gak enak sama Vita.” Kata Fikri
“tapi lo putusnya baik-baikan?” Tanya Risa
“iya, dia kok yang mutusin gue…” jawab Fikri dengan singkat
“tenang Fik… gue bantu kok” kata Risa sambil menepuk bahu Fikri.
“Vita… pulang yu! Udah sore!” Kata Risa dengan semangat
“oh? Udah sore… oke deh! De, Fik… pulang duluan ya! Besok gue main lagi kok” kata Vita… “hahahaha, bye!” sambung Vita.

Setelah Vita dan Risa pulang, keadaan dirumah Dea menjadi hening, mereka tidak ada yang yang berani memulai pembicaraan, sampai akhirnya Fikri yang memulai.
“kita mau kaya gini terus?” Tanya Fikri.
“hah? Lagi, gak ada yang mulai ngomong.” Jawab Dea.
“bukan itu…” kata Fikri.
“loh? Terus???? Gue gak ngerti Fik..”
“hahaha… hubungan kita? Statusnya mau temen terus atau lebih?” Tanya Fikri…
“ih, Fik? Lo mantannya Vita ya? Kok gak bilang sama gue” kata Dea. Berusaha mengalihkan pembicaraan.
“iya, dia yang mutusin kok. Dan dia mutusin gue disaat yang tepat… Udah ah De, mau gak jadi pacar gue?” Tanya Fikri.
“apaan Fik? Gue gak denger!” kata Dea.
“Nih ya, Gue suka sama lo! Lo mau gak jadi pacar gue? Lo jangan takut… gue suka sama lo dari semenjak lo ngajarin gue, sebelum gue belajar sama lo, gue juga udah putus sama Vita. lo baik sama gue. Dan…” “lo udah putus dari sebelum belajar sama gue? Terus kata lo? Waktu itu lo smssan sama pacar lo?” sambung Dea.
“itu gue bohong. Supaya lo cemburu sama gue! Ternyata lo gak cemburu…” kata Fikri.
“yaudah gue mau… ”
“Serius De? Ya emang sih, gue jarang sms atau telp. Lo…. Gue takut lo ilfeel sama gue” jelas Fikri sambil memotong kata-kata Dea.
“ih? Emang gue mau apa? Gue mau ke kamar mandi dulu…” kata Dea.
“ah? Serius lo? Gue kira lo mau jadi…” “gak deng bohong, gue mau kok nerima lo” sambung Dea.
“yes! Kita jalan-jalan yu! Mumpung masih sore, dan kebetulan orang tua lo belum pulang… hahaha”
“yaudah yu…” kata Dea. Mereka pun pergi sambal bergandengan tangan.

-Part. 4 selesai-


Itu lah akhir dari cerita gue, kurang lebihnya mohon maaf… tapi emang sih banyak kurangnya. Gue nulis ini buat seneng-seneng aja kok! Walaupun gak jelas… hahahahahaha.  

You (3)


Keesokan paginya Dea janjian dengan Fikri untuk datang lebih awal.
“ahhh! Untung lo on time Fik!” kata Dea sambil ngelus dada.
“iya, udah jelasin, ini caranya gimana?” kata Fikri.
 Ketika fikri sedang serius mencoba soal-soal yang di berikan, Dea keasikan bengong sambil melihat wajah Fikri.
“De? Ada yang salah gak? Kok lo ngeliatin gue mulu?” Tanya Fikri.
“hah? Apaan? Gue bengong bukan ngeliatin lo! Geer banget sih lo! Jawab Dea.
Fikri hanya tersenyum melihatnya. ‘ih? Kok lo senyum sam gue? Gak De… lo gak mungkin suka lagi!”


Berhari-hari Dea selalu melewatkan hari-hari bersama Fikri. Sampai akhirnya…
*beep… beep*
De… besok, ajarin gue lagi ya! Ya… emang sih, gue tau besok hari minggu, dan… abis minggu libur panjang. tapi lo bisa kan?’
Ha? Gue gak salah baca kan? Kenapa nih anak?
bisa sih, tapi? Yakin belajar? Hahahaha’
‘enggak sih, mau ngobrol aja sama lo. Bisa kan?”
‘hah? Bisa-bisa…. Hahahaha’
Hah… gue gak salah baca kan? Gue gak mimpi kan?
Tiba pagi hari Dea dikejutkan dengan kedatangan Risa.
“hai De! Kaget kan ada gue? Hahaha…” sapa Risa ketika membangunkan Dea
“hah? Jam berapa nih? Kok ada lo?” Tanya Dea dengan kaget.
“jam 8. Lo tau gak kenapa gue pagi-pagi kerumah lo? Karena….” “Gue datang” potong Vita
“Vita? Udah lama gak ketemu…” kata Dea “yaudah gue mandi dulu ya!” sambung Dea

Ketika sedang asik mengobrol diteras depan bersama Risa dan Vita, Fikri datang sehingga membuat Dea kaget.
“loh? Kok lo gak bilang-bilang gue dulu kalau mau dateng kesini?” Tanya Dea dengan penuh kebingungan.
“Fikri?” kata Vita dengan kaget.
“hah? Vita? Kok kamu? Kamu kenal mereka?” Tanya Fikri dengan kaget
“iya lah… dia kan mantan gue… hahahaha” kata Vita “udah yu! Cerita-cerita lagi” sambung Vita.

-Part. 3-

You (2)


Ketika sampai rumah, Dea menyiapkan makanan ringan, dan dua gelas teh. Yang ia tata di meja biasa iya menjadi ‘guru private’.
“De… ada temanmu! Mama suruh naik ke atas aja ya!” kata mama dari bawah. “iya ma, langsung ke atas aja” sahut Dea.
“Fik? Mana bukunya?” kata Dea. “oiya lupa! Tadi udah gue bawa. Tapi… ketinggalan hehehe” kata Fikri. “ih, yaudah pake buku gue aja.” Kata Dea. Ketika Dea sedang asik menjelaskan, Fikri pun asik dengan pekerjaannya sendiri.
“Fik… bisa berhenti sms-annya? Gue ngomong tau dari tadi!” kata Dea. “oh sorry. Soalnya pacar gue sms. Nanti kalau gak dibales, gue putus sama dia.” Kata Fikri.
‘segitunya kah lo dengan pacar lo? Pantes nilai lo bagus-bagus, lo rela ngorbanin nilai lo demi pacarlo!’ kata Dea dalam hati.
“terus, lo bisa gak serius? Jangan hp terus?” Tanya Dea. “lo siapa sih ngatur-ngatur gue terus?” jawab Fikri. “apaan sih? Suara lo putus-putus. Udah! Kerjain tuh soal yang gue kasih.”
‘aduh… selama 3 minggu gue harus sama cewe ini? Bosen kali! Kelakuannya kaya guru yang sok pinter!’ kata Fikri dalam hati.


“Ris, gue kayanya gak kuat deh… 3 minggu sama dia! Aaaaaaaa, orangnya ngeselin banget!” kata Dea melaluii telp.
“tunggu deh De, bukannya dulu lo sempet suka sama Fikri?”
“Ris, itu masa lalu ya! Lagian kan dia udah punya cewe.”
“iya, gue tau… Vita apa kabarnya ya? Kangen.” Tanya Risa.
“entah lah… selama dia pindah sekolah kehidupan kita freak banget… wakakakakka”
“iya! Hahaha… Gue ngantuk! Tidur dulu ya! Dah Fikri!!! Hahahaha”
*TUUUT TUUUUT
‘sial Risa. Apa-apaan akhirnya ada nama Fikri! Please jangan muncul lagi, dia bukan orang baik!’ kata dea dalam hati.

You (1)


Lagi-lagi…
“Dea, ibu hanya ingin minta tolong sama kamu, kamu kan ranking 1 dikelas. Tapi… ada satu anak yang akhir-akhir ini nilainya turun kalau kamu gak keberatan, kamu mau gak ajarin anak itu sampai bisa?” kata bu Wati. Dia wali kelas gue, setiap ada murid yang nilainya menurun dia manggil gue kekantor. “hmm, boleh bu… siapa bu nama anaknya?” kata Dea dengan wajah polos. “Fikri, akhir-akhir ini nilainya menurun. Ibu minta tolong ya sama kamu, paling enggak kamu bantu dia mengerjakan pr.” Kata bu Wati. “oh, iya bu…” dengan sangat berat hati gue menerimanya.
Setelah berjalan dari ruang kantor, Dea berjalan menuju kelas, entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai ia harus menabrak seseorang.
*BRUGH
“Pake mata kalau jalan!”
“Aduh maaf… gak sengaja.” Kata Dea.
“Iya.” Katanya sambil pergi.
“Eh, tunggu! Lo Fikri kan?” kata Dea
“Iya, kenapa?”
“Mulai sekarang lo murid gue, karena nilai lo turun jadi gue ditunjuk sama bu Wati sebagai guru private lo!” kata Dea panjang lebar.
“oh, atur aja semuanya.”
Ngeselin banget tuh cowok gayanya sok cool!
Tiba bel pulang sekolah berbunyi. Dea menceritakan semua kejadian tadi kepada Risa, teman sebangkunya. “hahaha, emang enak jadi guru private-nya Fikri!” kata Risa. “ih, kok ketawa? Bantuin gue kek!” kata Dea. “sorry… itu bukan masalah gue, hahahaha. Gue gak bisa nolong yang kaya begini.” Kata Risa sambil senyum lebar.
Dea langsung menghampiri Fikri ke tempat duduknya.
“Fik, jam 2 ya dirumah gue. Nanti belajar matematika. Besok ada Pr soalnya.” Kata Dea. “iya, ingetin aja. Rumah lo gang ke 3 kan?” kata Fikri. “iya Fik. Jangan telat ya!” kata Dea.

Kok gue jadi senyam-senyum gini? Ya, emang sih dulu gue pernah suka sama dia. Tapi itu DULU. Sekarang gue udah tau sifatnya dia, jadi kemungkinan gue suka sama dia tuh NOL BESAR!

-Part. 1-

Jumat, 10 Mei 2013

Keluarga Krunchy (lagi)

Hai! Keluarga Krunchy bikin heboh nih!!!

masa Krispi suka sama "bekas" *kaya sampah? eh... emang sampah deh! wakakak* orang yang disuka sama Kriuk. emang sih gue tau banget kalau Krispi udah suka lama sama si "bekas" itu, terus dia jadi suka sama QOQO*nama disamarkan* dan melupakan "bekas".
Tapi akhir-akhir ini Kremes, sama Kriuk lagi-lagi ngedeketin si Krispi sama si "bekas". entah apa yang mereka pikirkan. gue juga sebenernya belum yakin kalau si Kriuk bener-bener udah lupa sama si "bekas" tapi... gapapa kan? Kriuk kan udah punya "pangeran pinguin".
bingung sih mau cerita apa lagi...
oiya! gue bingung sama Krispi. dia itu bisa dibilang cewek yang muna dan PlinPlan banget. awalnya bilang kalau dia udah gak mau suka lagi sama "bekas", tapi? sekarang?
ya emang sih... gue gak nyalahin dia. itu kan masalah hati, gak akan ada yang mau kaya gini. semua mengalir seperti air.
dan... gue rasa Kriuk juga udah move on sih, semoga... seandainya belum pun, gue harap mereka bersaing secara sehat.
hmm, Kremes? gue yakin dia setia sama satu orang. gak banyak cerita baru tentang dia, dan memang harapan gue gitu... gak akan ada cerita baru yang harus gue tulis tentang dia. kasian dia... udah sering merasakan sakit hati. gue gak mau dia Move On kok. seandainya move on? gak pernah terpikirkan juga dia harus move on ke siapa. kayaknya dia pernah mencoba move on deh.. tapi gagal.

gue rasa cukup deh. bingung juga mau cerita apa... ya, selalu banyak cerita baru sih. tapi... gak akan jauh-jauh dari cerita tentang "cinta" *ewh... geli... hahahaha.
mohon maaf kalau ada salah-salah kata dan kesamaan dalam nama *kode*.
salam cinta dari penulis untuk kalian keluarga Krunchy :*

Rabu, 08 Mei 2013

secret love (4)


“baik. Gak percaya gue kalau lo kangen sama gue.”
“FIKRI BALES SMS GUE!!! Nanti dia ada gak ya di Cafenya Harry? Ada kek!! Amin!”
Dea pun datang ke Cafenya Harry. Dari kejauhan sudah terlihat Risa dan Harry. Dea pun berlari karena tidak sabar bertemu dengan mereka.
“hai… gue kangen banget nih…” kata Dea. “De, jujur ya.. sebenernya gue sama Harry sih gak begitu kangen. Hahahaha. Eh iya, ada Fikri tuh, gue sengaja ngungdang dia juga.” Kata Risa.
Ketika Dea ingin menghampiri Fikri, Dea memberikan Handphonenya kepada Risa, dan Harry. “dibaca ya, yang sms dari Uta!” Seru Dea sambil berbisik.
Dea pun menghampiri Fikri dan ternyata ditempat yang Fikri duduki juga ada Vita. “loh, kok ada kalian Vita juga?” Tanya Dea Vita. “iya,De.. hah gue mau mengklarifikasiin semuanya kok. Tadi malem katanya Uta sms ya? Bilang suka sama lo?” Tanya Vita. “hah? Iya! Tapi gak gue bales kok. Dan emang gue udah gak suka sama Uta.” Seru Dea. “ hahaha…  Seandainya suka pun gapapa sih… gue bener-bener udah putus sih sama Uta. Cuman… gue gak suka aja sama gayanya..” kata Vita.
Harry dan Risa pun Menghampiri mereka.
“Fik, diem aja…” kata Vita. “ada apa nih? Kok nge-gosip gak ngajak-ngajak” kata Harry. “Cuma ngebahas Uta kok. Gue gak tertarik.” Kata Fikri. “Fik,katanya mau nembak Dea lagi? Kok diem aja?”Sahut Vita. “lo sih, pas Dea dateng malah ngomongin Uta. Udah tau Uta gak ada disini.” Seru Fikri. “udah gak perlu nembak. Gue udah tau jawaban Dea ke lo pasti ‘iya’ kok! Ya gak De?” kata Risa. “Iya sa.. iya…” Sahut Dea.
“cie… udah pacaran. Pj dong” kata Harry. “gampang ini semua gue bayar! Hahaha” kata Fikri.
“hmm, kalian…” tiba-tiba Uta datang. Keadaan menjadi sunyi. “gue Cuma mau minta maaf… dan, gue mau pindah ke Bandung. Gue udah keterima di Universitas Negri di sana.” Kata Uta
“ udah ta… gak usah dipikirin yang udah lewat! Yuk sambil kita rayain kepinteran lo! Hahahaha” kata Vita.

Akhirnya kita pun tetap menjadi sahabat. Tidak peduli walaupun pernah ada yang berbuat salah. Dan… gue jadian sama Fikri. Vita udah punya cowo baru yang lebih baik dari Uta. Uta udah sibuk sama pelajaran…  dan, Harry sama Risa? Gue gak pernah mengerti sama mereka… yang penting mereka semua bahagia.
Itu pengalaman hidup gue J

secret love (3)


Semenjak kejadian itu. Hubungan persahabatan gue bisa dibilang hancur. Terlebih semenjak Uta dan Vita tau tentang perasaan gue ke Uta. Gue merasa bersalah banget. Kalau gue gak ada disini pasti persahabatan mereka gak hancur. Tapi… kok gue jadi heran ya? Kenapa semenjak kejadian itu Uta dan Vita ikut putus? Gue kan gak pernah ganggu hubungan mereka. Dan tiba-tiba juga… gue semakin yakin kalau gue suka sama Fikri. Tapi… disaat yang berbarengan juga Uta sering banget sms gue.
*beep.. beep*
“hai, lagi apa De? Ini gue Uta. Pake nomer baru… haha”
Tanpa berfikir panjang, gue langsung bales sms dari Uta.
“Lagi santai menunggu hasil UN. Hahaha… cie nomer baru”
“hahahaha, iya. Lo tau gak kenapa gue putus sama Vita?”
“enggak Ta, kenapa?”
“ada orang yang mengalihkan pandangan gue dari Vita…”
“wah… play boy lo! Siapa-siapa? Inisial dong!”
“ok! Depanya L belakangnya O hahaha.”
“emang ada di kelas kita cewe huruf depannya L? adanya juga cowo Ta! Hahaha…”
Dan…. Dea pun tersadar dengan sms yang diberikan Uta kepadanya. “L… O… gue? Ih kok menjijikan ya?!”
*beep… beep…*
“lo cari tau dong. Masa gak tau. Hahaha”
Dea pun tidak membalas pesan yang Uta kirimkan kepadanya.  Namun, Dea membuka kontak Fikri. “sms gak ya? Tapi gue kangen. Tapi kalau gue sms… di bales gak? Coba dulu deh…”
“Fik… apa kabar? 2 minggu gak ketemu, dan 4 minggu gak komunikasi jadi kangen”
“semoga dibales deh…” kata Dea
5 menit kemudian *beep… beep*
“kangen banget gue sama lo! Besok ketemuan ya di Café-nya Harry! Ada yang mau gue omongin.”
“hah? Kok Fikri bales gitu? Eh… ternyata dari Risa. Tuh kan bener… Fikri gak bales… udah ah, gue tidur aja. Gak sabar besok mau ketemu Risa”
Keesokan harinya Dea terbangun karena iya memimpikan Fikri. “Sekangen itu kah gue sama Fikri? *ngecek hp* ada sms… paling dari Risa”

>>>>Part. 3<<<<

secrer love (2)


Setelah sampai rumah Fikri pun langsung membuka handphone dan mengetik pesan kepada Dea.
“hai Dea… lagi apa? Gue mau ngomong penting nih sama lo..”
Tidak lama kemudian *beep… beep*
“lagi santai aja sih… ada apa fik?”
“gue… gue gak mau basa-basi lagi De.. gue suka sama lo… dari awal gue ketemu. Dan… gue mau lebih dari seorang sahabat buat lo. Maaf mungkin gue salah ngomong kaya gini.”
Dea kaget dan tidak bisa berkata apa-apa… “gue gak tau fik… gue bingung.gue suka sama Uta, tapi.. gue seneng saat lo bilang kaya gini ke gue. Gue harus jawab apa? Kalau gue jawab iya… gue gak yakin kalau yang gue rasain sekarang itu perasaan senang yang muncul karena lo menyatakan perasaan lo. Tapi kalau gue jawab tidak… ah! Pusing gue!” kata Dea sambil berbicara dengan cermin.
“oh.. gue tahu harus jawab apa…”
“teks lo kok gak kebaca ya? Ntar sms lagi ya! Hp gue lowbatt! Sorry!”
Keesokan harinya, Dea masuk sekolah. Dan kaget karena Fikri belum datang.
“Harry, Fikri kemana?” Tanya Dea “hah? Mana gue tau. Gue dateng aja dia belum dateng.” Seru Harry. “lo kenapa si har? Ketus banget jawabnya… tadi dia sms gue katanya datengnya agak telat. Tau kenapa.”jawab Risa. “terus? Kalau pasangan serasi itu kemana?” Tanya Dea. “mereka? Dispen De…” jawab Risa. “De, gue mau nanya deh sama lo… lo suka kan sama Uta?” Tanya Harry.
Seketika Dea kaget. Dea bingung harus menjawab apa.
“jawab dong De… gue kepo nih…”sahut Risa. “hah? Nggg.. kok nanya gitu sih?” jawab Dea. “udah De lo, gak perlu takut. Lo omongin aja apa yang lo rasain. Kita bisa jaga rahasia kok.” Sahut Harry.
Dengan perasaan yakin Dea menceritakan semuanya. Hingga kejadian kemarin tentang Fikri pun Dea menceritakan kepada Risa dan Harry. Dan ketika Dea sudah selesai menceritakan dan mencurahkan isi hatinya. Fikri datang dengan tampang lesu.
“hai Fikri… Fikri kenapa? Galau?” Tanya Risa. Fikri hanya tersenyum dan tidak menjawab.
Dea pun menghampiri Fikri. “Fik.. sebenernya sms lo masuk. Tapi… gue bingung Fik.” Kata Dea. Fikri pun kaget “Serius De?” Seru Fikri. Harry dan Risa pun ikut menghampiri mereka berdua.
“gue… gak bisa jawab Fik. Soalnya…” “soalnya, lo suka sama Uta kan? Tapi Uta udah punya Cewe, dan cewenya itu sahabat kita?” kata Fikri sambil memotong perkataan Dea, dan langsung meninggalkan tempat duduknya. Harry pun mengejar Fikri. Dan Risa menemani Dea. “Ris… gue salah? Enggak kan?” kata Dea. “enggak kok De… lo gak salah. Gak usah dipikirin lah deh. Mending kita fokus ke UN aja!” kata Risa menyemangati Dea.

>>>>Part 2<<<<

secret love (1)


Nama gue Dea. Udah sebulan gue ada di sekolah baru sebagai murid kelas 3. Gue bertemu dengan sahabat-sahabat baru di sekolah itu, ada Uta, Fikri, Harry, Risa, dan Vita. Mereka teman yang baik, selalu peduli sama gue. Tapi… ditengah-tengah persahabatan kami. Gue… mengganggu.  Gue ternyata menyukai Uta yang ternyata pacarnya Vita.
“Lo berdua udah berapa lama sih pacarannya?” Tanya Dea kepada Uta dan Vita. “Udah satu tahunan lah… hehe” jawab Vita. “Kok lo gak pernah bilang-bilang gue sih dari awal?” Tanya Dea. “masa iya gue umbar-umbar kalau kita pacaran?”jawab Uta.
“hoi! Ke kantin gak bilang-bilang!” Seru Risa, bersama Fikri dan Harry. “eh, kalian sorry ya! Udah laper banget nih soalnya, jadi gue cuma bawa pasangan serasi ini deh” Jawab Dea.
“kenapa lo fik? Kok diem aja?”Tanya Harry sambil berbisik. “lo tau kan gue udah pernah cerita sama lo dan Risa kalau gue suka sama Dea? Gue pingin bilang nih… tapi kapan ya?”jawab Fikri. “lo mau gue bantu?” Tanya Harry. “gak har… gue sendiri aja. Mungkin lewat telp. Atau sms. Mungkin…”. “sip-sip Good Luck ya!” Seru Harry.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi… mereka pun berkumpul dahulu di depan kelas.
“Dea.. lo pulang sama siapa? Mau ikut gue sama Harry gak naik mobil? Gak mungkin kan lo ngikut Uta sama Vita terus?” Tanya Risa. “atau lo mau nebeng Fikri? Fikri kan bawa mobil. Sendirian juga lagi… lagian kan jadi pas tuh berdua-dua?” sahut Harry.
“hah? Gue naik bus aja deh… gak enak ngerepotin kalian.” Kata Dea. “gapapa De.. sama gue aja. Gue sendiri kok. Dan langsung pulang. Gak kaya mereka berempat! Main terus…” sahut Fikri
“yaudah deh, gue ikut lo… haha plin-plan banget sih gue!”
Selama di perjalanan. Fikri terlihat sangat gugup. Suasana pun hening. Mereka sama-sama diam.
“hmm, fik… gue ngerepotin ya?” Tanya Dea. “hah? Enggak kok! Gue malah seneng direpotin” jawab Fikri.
*beep.. beep..*
“Cie berhasil kan pulang bareng sama Dea… kapan nih gue dapet Pj? Haha… -Harry-“
“udah nyampe De…” kata Fikri. “makasih banyak ya! Udah ya! Gue buru-buru kebelit pipis!” kata Dea sambil membuka pintu. Fikri pun jadi ketawa kecil melihat tingkah Dea yang aneh. Fikri lalu membalas pesan singkat dari Harry tadi.
“Belum bro… sabar, nanti aja”

>>>>Part. 1<<<<

Keluarga Krunchy


Keluarga Krunchy??? wah! cocok banget buat nama restaurant! eits... tapi bukan itu yang mau gue omongin. Keluarga Krunchy itu sebuah kelompok(?) yang ber-anggota-kan 3 orang cewe setrong *mulut indonesia, cewe cantik, cewe pinter, cewe yang wow banget deh pokoknya!

Mereka bernama: pertama gue memperkenalkan KREMESKRISPIdan KRIUK. Kelompok ini gak ada ketuanya... gak ada pendirinya hahahaha... ok! lanjut. jadi mereka di temukan di sebuah SMA, ketika kelas 1 mereka gak deket padahal sekelas, mungkin untuk mencoba deket aja males kali *eh... gak gitu ya guys wahahahaha. ternyata ketika naik ke kelas 2 mereka sekelas lagi... mau gak mau mereka bertiga deket deh sampai sekarang. mereka punya kacamata yang sama, kelakuan yang agak sedikit mirip, suka sama cowo yang berkacamata, putih... cuma tingginya agak berbeda-beda. oiya! mereka juga satu ekskul!!!!

Pada penasaran gak sama 'kepribadian' mereka masing-masing??? wahahahaha... langsung aja deh..

KREMES :
Dari namanya udah keren banget kan? hahaha... Kremes itu orangnya, suka GALAU, dan banyak yang bilang dia gak jelas. tapi dia orangnya jelas kok, cuma.. emang sih kalau ngomong/menjelaskan sesuatu suka gak jelas. hahahaha 
Ada yang bilang dia juga baik. hmm, jujur susah banget menceritakan kepribadiannya kremes. Kayanya gue lebih suka menceritakan kisah cintanya deh... hahaha
dia suka sama orang yang lumayan ganteng, putih, lumayan tinggi, berkacamata, gayanya cool banget. tapi gitu, cintanya gak pernah dibales... dia tuh seneng banget ngeliatin orang yang dia suka *yaiyalah!!! namnaya juga suka! hmm, tapi cintanya gak pernah di respon sama si cowo itu... Ngenes gak? hahaha. gue sih gak tau nama cowo itu siapa, gue juga gak kenal sama cowo yang dia suka. jadi gue gak bisa memberikan inisial buat cowo itu. mungkin... kita sebut aja si 'purik'?  ah... enggak deh, gak enak di denger. mungkin gue putuskan untuk memanggil dia "NO NAME" hahaha.

oiya! kremes cuma minta didoain agar cintanya di respon sama si 'no name' aminin aja deh.. hahahahahaha


KRISPI :
Krispi... gak banyak ngomong. gak akan memulai bila gak dimulai. dia juga orangnya baik banget kok, soksok malu, soksok gak enakan gitu, tapi jujur ya dia seneng banget gosip. cius deh, gak oong! dia hobby-nya tuh gambar *gambarnya bagus banget! dan... hobby dia yang kedua yang gue suka ya GALAU. kayanya tuh gak ada hari tanpa nge-galauin cowo yang dia suka.

*skip ke percintaannya

dia tuh suka banget sama *sensor*QOQO*sensor* wahahahahaha *ditabok orangnya! cuma menurut gue dari ketiga orang itu, cinta dia doang yang menurut gue jalannya tuh lurus tanpa badai menghadang *wisss, bahasa gue. dia suka teriak, mukul, ngegaruk, nemplok, kalau si qoqo itu lewat *maksudnya apa coba???
hmm, si qoqo itu juga suka bikin dia terbang-jatoh-terbang-jatoh deh. tapi untung ada kremes dan kriuk yang membantu. wahahahaha

doain krispi juga ya! supaya krispi bisa selalu ngeliat senyumnya qoqo :)

KRIUK :
Dari semuanya yang mempunyai jiwa lelaki.... ya cuma kriuk. tapi banyak yang bilang tuh hatinya lembut banget, dia katanya juga suka galau. entah lah, tapi gue gak percaya!
yang gue tau dia tuh orangnya... baik, gmabarnya juga bagus, mempunyai imajinasi yang tinggi, dan.... jiwa kebapaan yang lumayan.

*skip percintaan*

dia mencintai dua wanita *ehhhh dua lelaki maksudnya. dia bingung harus memilih yang mana soalnya dua-duanya memiliki peranan penting buat dia. sebut aja nama cowonya 'RV' dan 'ANRE'
Tapi gak tau kenapa gue lebih seneng ngomongin dia sama si RV. mungkin karena mereka mempunyai gaya yang sama, kelakuan yang sama, tinggi yang mungkin sama, dan... gak tau deh... tapi cocok aja diliatnya. gue sih hanya berharap mereka sampai kepelaminan, dan kremes, sama krispi jadi pagar ayu (?)

eh iya, ceritain sedikit deh tentang si ANRE. menurut gue, mereka gak cocok. karena gue yakin hatinya si kriuk ada di RV *sedikit kan ceritain tentang ANRE-nya :P

dan.... doain ya guys agar kriuk bisa move on dari ANRE ke RV. dan ketika hatinya kriuk sama RV sudah 100% mereka bisa cepat menikah (?) *apaan sih gue gak lucu banget.


Rabu, 17 April 2013

Cewe Kucing dan Cewe Macho

Hai... lagi-lagi gue nge-post tentang temen gue. Kenapa sih namanya judulnya kaya gitu? ya emang mereka begitu. Tenang... mereka bukan siluman kok. 

ok! pertama kita akan bahas tentang si "cewe kucing" kenapa dia dijuluki sebagai cewe kucing? bukan karena dia mirip kucing kok... tapi, waktu itu orang yang dia suka, sebut aja namanya Qoqo *nama disamarkan. dia berkata sesuatu "jangan-jangan mukanya mirip kucing" *kurang lebih begitu. jadi gue menjuluki dia sebagai manusia kucing. oiya.. bagi gue si cewe kucing itu suka sama cowo yang tepat. ya, maksudnya... tingginya pas lah, kaka kelas pula, kayanya sih pinter juga. Kalau si "cewe macho". kenapa di panggil cewe macho? karena.... ganteng banget booo. hahaha, gayanya cowo banget. kalau ngeliat rambut sama namanya sih cewe banget, padahal kelakuannya bagaikan cowo. tapi-tapi dia suka sama orang yang salah. bukan salah gimana-gimana sih, cuma.... ok lah, cowonya emang ganteng, tapi... berbanding terbalik sama dia. cowonya lebih pendek dari dia, kelakuan dia dirumah pun.... gak deh, gak mungkin gue buka aib dia disini hahahaha.

lanjut ke sifat mereka masing-masing.
si cewe kucing itu... orangnya suka malu-malu *tapi kayanya malumaluin... ehhh. lumayan pinter, kadang kalau lagi galau kelakuannya aneh, macam orang gak waras. tapi jangan salah... dia baik banget! mau lo katain dia apa pun, mau lo apain kek, tapi dia masih pamer gigi aja. :p
kalau cewe macho... orangnya berani banget, tapi langsung purik kalau ngeliat cowo pujaannya itu. semangat banget kalau lagi belajar biologi, tapi kalau lagi galau... dia diem. serem deh. dia juga baik kok... baik banget :')

mungkin segini aja.. kurang jelas sih, ya tapi gue nge-post ini cuma buat seru-seruan aja kok. gak ada maksud untuk menjelek-jelekan seseorang atau menghina seseorang. :)

"Salam cinta dari Kremes <3

Kamis, 28 Maret 2013

Hari yang Indah :")

Hai, hari ini adalah hari yang berkesan... gimana enggak, baru pagi-pagi udah ada kejadian yang seru dan baru gue alami. yaitu......... motor mogong mendadak di tempat dan waktu yang salah. dari rumah gue udah buru-buru berangkat kesekolah ternyata dapet rezeki di tengah jalan. sempet kesel, tapi... syukuri aja deh. nyampe disekolah untungnya gak telat. tapi... kita disambut ulangan harian biologi dan kimia. aduh.. udah malemnya gak belajar. tapi kita PD aja, gurunya enak ini. ketika istirahat, rasa gue untuk kumpul ekskul sangat amat ingin (karena novita nyanyi lagu ahmad dhani yang judulnya Madu Tiga). akhirnya temen gue (annisa dea) menghubungi ketua kelompok kami. panjang lebar........ tiba-tiba, kejadian yang gak ingin gue inginkan terjadi. disitu perasaan gue... malu, seneng, sedih, menyesal, kecewa, dll bercampur jadi satu. pokoknya setelah kejadian itu selesai, gue merasa hidup gue berubah.. gue cuma berdoa diberikan sesuatu yang indah sama Allah. hahaha.. sebenernya inti dari semuanya tuh gue seneng sama hari ini. merasa berterima kasih sama orang-orang yang terlibat dengan gue hari ini.. dapet masukkan  dari novita, bisa curcol secara langsung sama Annisa dea tanpa malu... dan, Move on gak gampang. tapi membenci seseorang itu gampang kok! eh... hahahahahha..

Selasa, 26 Februari 2013

Nonton Bareng

Senin, tanggal 25 Februari 2013 kemarin, gue, Teteh, Ega, Novita, sama Bestari pergi ke Mall mau nonton film "MAMA" tapi dari awal hari itu kita udah di kerjain sama Teteh, dia udah buat kita menunggu sesuatu yang tak pasti. dia janjian sama kita, katanya kita nyampe di MM itu jam 12.00 tapi... semua berubah ketika negara api menyerang??? dia dateng kayanya jam 12.30, kayanya ya.. pokoknya kita sudah lama menunggu dia. ok mungkin gue gapapa deh nunggu, toh gue masih di rumah, dan ada Ega. tapi Novita??? dia menunggu dari jam 12.00 di MM dan itu di PINTU UTAMA. 
Setelah kita ketemu, kita langsung menuju bioskop. dan kalian tau? mungkin gue sama Ega ngerjain Novita lagi, karena udah 2 jam Novita berdiri dipintu utam, kita naik ke lantai 3/2 naik tangga. udah tuh, kita langsung beli tiket tuh, dan sebenernya di lubuk hati gue yang terdalam, gue ragu nonton film itu. dengan berat hati gue membeli tiket.
selesai beli tiket, gue dan temen-temen langsung makan. abis makan kita ke gramedia, karena gue lagi males beli buku, yaudah gue ngajak ega buat ganti anti gores, kebetulan tiket ada di gue.. jadi gue gak takut. setelah selesai ganti anti gores, Ega ngajak gue ke Mall2, niatnya sih jalan-jalan, eh.. baru nyampai Mall2 kita udah ditelp. kebetulan kita tadi beli ice cream. tapi belum abis. nyampe deh tuh didepan bioskop. tapi kita ngabisin ice creamnya dulu, udah selesai semua kita langsung ke teater 2. disana ternyata filmnya udah mulai... rada gak enak juga sih sama mereka. tapi mau gimana?
baru duduk di tempat duduknya, Ega udah teriak teriak. ya emang sih, dari awal filmnya mulai, si "MAMA" udah keluar, bikin bulu kuduk berdiri. tapi makin kesini tuh film, malah jadi gak serem karena gak gue hayati.. gimana mau gue hayati, ketika Ega sama Teteh teriak, gue malah ketawa, gimana gak ketawa, suara jeritanan+bejekan tangannya buat gue ngakak+teriak. berbeda dengan tetangga sebelah, Bestar sama Novita yang adem ayem nonton tanpa di ganggu dua pemandu sorak. dan yang anehnya lagi, ketika si Bibi Jean dibunuh sama si "MAMA" Novita malah ketawa ngakak, yang buat gue, dan yang lain heran. oiya, yang lucu lagi, ternyata si Teteh sampai naik ke bangku gue setengah gara-gara nahan ngilu nonton film itu (ngilu nahan teriak kayanya). susudah filmnya selesai, gue kebelet ke kamar mandi, pergi deh tuh sama Ega, jujur disitu gue takut banget. sebenernya gue gak terlalu memperhatikan filmnya soalnya setiap ada bagian serem, gue selalu bilang "teh, ga, jangan teriak... please jangan teriak" kalau gak, gue ngomong "jangan nonton, ini bagian serem, nanti kalian teriak" dll.
akhirnya kita pulang tuh, walaupun tadinya kita ragu untuk pulang (karena masih jam 4) akhirnya kita pulang, dan berpisah dengan Novita.
mungkin segitu aja sih, intinya kemarin tuh nonton film terheboh. hahaha, Next Time kalau ada waktu luang kita Nonton film Horror lagi ya! :D