Minggu, 12 Mei 2013

You (4)


“lo kenapa Fik? Kok kaya orang takut gitu?” Tanya Risa.
“Ris… gue suka sama Dea. Gue gak tau kalau Vita dan Dea temenan. Niatnya hari ini gue mau nembak Dea… tapi gue gak enak sama Vita.” Kata Fikri
“tapi lo putusnya baik-baikan?” Tanya Risa
“iya, dia kok yang mutusin gue…” jawab Fikri dengan singkat
“tenang Fik… gue bantu kok” kata Risa sambil menepuk bahu Fikri.
“Vita… pulang yu! Udah sore!” Kata Risa dengan semangat
“oh? Udah sore… oke deh! De, Fik… pulang duluan ya! Besok gue main lagi kok” kata Vita… “hahahaha, bye!” sambung Vita.

Setelah Vita dan Risa pulang, keadaan dirumah Dea menjadi hening, mereka tidak ada yang yang berani memulai pembicaraan, sampai akhirnya Fikri yang memulai.
“kita mau kaya gini terus?” Tanya Fikri.
“hah? Lagi, gak ada yang mulai ngomong.” Jawab Dea.
“bukan itu…” kata Fikri.
“loh? Terus???? Gue gak ngerti Fik..”
“hahaha… hubungan kita? Statusnya mau temen terus atau lebih?” Tanya Fikri…
“ih, Fik? Lo mantannya Vita ya? Kok gak bilang sama gue” kata Dea. Berusaha mengalihkan pembicaraan.
“iya, dia yang mutusin kok. Dan dia mutusin gue disaat yang tepat… Udah ah De, mau gak jadi pacar gue?” Tanya Fikri.
“apaan Fik? Gue gak denger!” kata Dea.
“Nih ya, Gue suka sama lo! Lo mau gak jadi pacar gue? Lo jangan takut… gue suka sama lo dari semenjak lo ngajarin gue, sebelum gue belajar sama lo, gue juga udah putus sama Vita. lo baik sama gue. Dan…” “lo udah putus dari sebelum belajar sama gue? Terus kata lo? Waktu itu lo smssan sama pacar lo?” sambung Dea.
“itu gue bohong. Supaya lo cemburu sama gue! Ternyata lo gak cemburu…” kata Fikri.
“yaudah gue mau… ”
“Serius De? Ya emang sih, gue jarang sms atau telp. Lo…. Gue takut lo ilfeel sama gue” jelas Fikri sambil memotong kata-kata Dea.
“ih? Emang gue mau apa? Gue mau ke kamar mandi dulu…” kata Dea.
“ah? Serius lo? Gue kira lo mau jadi…” “gak deng bohong, gue mau kok nerima lo” sambung Dea.
“yes! Kita jalan-jalan yu! Mumpung masih sore, dan kebetulan orang tua lo belum pulang… hahaha”
“yaudah yu…” kata Dea. Mereka pun pergi sambal bergandengan tangan.

-Part. 4 selesai-


Itu lah akhir dari cerita gue, kurang lebihnya mohon maaf… tapi emang sih banyak kurangnya. Gue nulis ini buat seneng-seneng aja kok! Walaupun gak jelas… hahahahahaha.  

2 komentar: